Pati, Deptamedia.com – Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati disebabkan bukan karena penyelewengan, melainkan alokasi dari pemerintah yang memang kurang. Rabu (26/1/2022).
Maka dari itu, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati tidak memenuhi kebutuhan petani di Bumi Mina Tani.
“Dari dinas alokasi pupuk disesuaikan dengan realisasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kenyataannya di masyarakat tetap mengeluh mereka membutuhkan pupuk,” ujar Warsiti, Dewan Pati dan politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Berdasarkan data Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati alokasi pupuk dari Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Pati tahun ini, untuk seluruh jenis pupuk subsidi tak bisa terpenuni 100 persen dari kebutuhan petani dalam RDKK.
Kabid Prasarana dan Sarana (PSP), Sugiharto, menjelaskan untuk pupuk jenis Urea Pemkab Pati telah mengajukan 54.173 ton sementara realisasinya hanya mencapai 40.522 atau sekitar 74,8 persen.
Kemudian jenis SP-36 dari 927 ton terealisasi 832 ton atau 89,75 ton, jenis ZA dari pengajuan 4.891 ton terealisasi 4.746 ton atau 97,04 persen.
Sementara alokasi terendah adalah pupuk jenis NPK, Tercatat dari 68.364 ton yang diajukan hanya terealiask 34,43 persen.












