Mitos Selambu Makam Syeh Jangkuh Bisa Bawa Berkah, Laku Dilelang 18 Juta Rupiah

DeptaMedia.com foto lelang

Pati, Deptamedia.com – Hampir setiap daerah memiliki tradisi masing-masing. Ada pula yang percaya jika sebuah tradisi tidak dilakukan, maka hal tersebut akan membawa kesialan bagi warga sekitar.

Begitupun sebaliknya, masyarakat percaya jika sebuah tradisi dilakukan,  akan mendapatkan berkah berupa hasil bumi yang melimpah, hingga diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Hingga saat ini, salah satu tradisi yang masih dilakukan yakni lelang selambu di Makam Syeh Jangkung, yang berada di Desa Landoh, Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Ada berbagai mitos yang berkembang dikalangan masyarakat, jika selambu dari Makam Syeh Jangkung bisa mendatangkan berkah bagi yang memilikinya.

Tak heran, jika banyak kalangan masyarakat yang rela merogoh koceng besar hanya untuk mendapatkan potongan selambu pembungkus makam Syeh jangkung tersebut.

Di Makam Syeh Jangkung sendri terdapat beberapa selambu. Diantaranya selambu mustoko atau selambu yang terletak dibagian patok atas dan samparan atau selambu yang ada di patok bagian bawah.

H. Samaun, Ketua pengurus yayasan Syeh Jangkung Landoh mengatakan, bahwa pada lelang yang bertepatan dengan Haul Syeh Jangkung kali ini, Selambu Mustoko berhasil dilelang diangka 18 juta rupiah. Sedangkan Selambu Samparan berhasil dilelang sebesar 14 juta rupiah. Sementara untuk bagian selambu yang mengelilingi makam, panitian memotong-motongnya untuk kemudian dijadikan sapu tangan selebar 20 cm dengan harga lelang 10 ribu rupiah.

“Untuk tahun ini, panitia menyediakan potongan – potongan kecil selebar sapu tangan seharga 10 ribu rupiah, supaya warga semua bisa berkesempatan mendapatkan berkahnya,”jelasnya saat di temui Deptamedia.com di lokasi makam Syeh Jangkung, Sabtu (27/2/2021).

Lanjut, Samaun mengatakan bahwa untuk acara lelang di tahun ini memang tidak semeriah lelang pada tahun sebelumnya, karena dimasa Pandemi Covid-19 seperti ini, panitia wajib melaksanakan protokol kesehatan. Bahkan hingga jumlah pengunjung sendiri dibatasi hanya 50 orang saja yang boleh masuk ke area makam.

“Sehingga acara lelang panitia hanya memberikan waktu hingga satu setengah jam saja dan selebihnya panitia hanya menyiapkan potongan selambu sisa lelang yang disediakan, jika ada pengunjung yang ingin membeli potongan selambu tersebut,”imbuhnya.

Rangkaian Peringatan Haul Syeh Jangkung diawali dengan kegiatan tahtimulqur’an bilgoib. Kemudian dilanjutkan tahlil umum, dari semua perdukuhan yang ada di Desa Kayen.